UAD Gelar Sharing Session Lindau Nobel Laureate Meetings, Dorong Sivitas Akademika Perluas Jejaring Internasional
Yogyakarta — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menyelenggarakan Sharing Session Lindau Nobel Laureate Meetings pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini menghadirkan Lalu Muhammad Irham sebagai narasumber, yang sebelumnya berkesempatan mengikuti Lindau Nobel Laureate Meetings 2026.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Norma Sari, sekaligus keynote yang mengantarkan peserta pada pentingnya memanfaatkan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan jejaring akademik internasional.
Dalam sambutannya, Norma Sari menyampaikan bahwa keikutsertaan Lalu Muhammad Irham dalam Lindau Nobel Laureate Meetings menjadi capaian yang membanggakan bagi UAD. Pada proses seleksi sebelumnya, Biro SDM bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan koordinasi secara cepat untuk mempersiapkan kandidat yang direkomendasikan.
“Harapannya, kesuksesan Pak Lalu di tahun lalu itu bisa terus kita ikuti. Karena kuotanya terbatas, Bapak Ibu nanti akan ada proses seleksi yang sangat ketat,” tutur Norma Sari.
Menurut Norma Sari, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Biro SDM dalam melakukan pemetaan potensi dosen. Dengan kesiapan portofolio, dosen yang belum berhasil pada satu kesempatan dapat dipersiapkan untuk mengikuti peluang seleksi lainnya pada masa mendatang.
Belajar Langsung dari Para Peraih Nobel
Dalam sesi utama, Lalu Muhammad Irham membagikan pengalaman mengikuti Lindau Nobel Laureate Meetings 2026. Ia menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan salah satu program internasional yang mempertemukan ilmuwan muda dari berbagai negara dengan para peraih Nobel.
Pada penyelenggaraan 2026, sebanyak 15 kandidat dari Indonesia direkomendasikan untuk mengikuti proses seleksi. Dari proses tersebut, tujuh orang berhasil lolos, dan Lalu Muhammad Irham menjadi salah satunya. Ia juga menjadi salah satu peserta yang berasal dari perguruan tinggi swasta.
“Bukan hanya kecerdasannya saja yang mereka tunjukkan, tetapi bagaimana value dan perilaku-perilaku yang bagus yang perlu kita ambil,” ujar Lalu.
Selama mengikuti kegiatan, Lalu mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan para peraih Nobel melalui berbagai agenda, mulai dari lecture, panel discussion, science walk, makan siang, science breakfast, hingga kegiatan informal lainnya. Menurutnya, format tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi secara lebih dekat dengan para ilmuwan dunia.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Lalu adalah melihat secara langsung kesederhanaan para peraih Nobel. Menurutnya, pencapaian akademik yang tinggi tidak selalu ditunjukkan melalui sikap yang menonjolkan diri. Justru, sikap rendah hati, kemauan untuk terus belajar, dan dedikasi terhadap kemaslahatan manusia menjadi nilai yang banyak ia temukan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Seorang peraih Nobel dihormati bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi karena kerendahan hatinya untuk terus belajar, mengakui keterbatasannya, dan mendedikasikan ilmunya bagi kemaslahatan umat manusia,” jelas Lalu.
Mendorong Kolaborasi dan Jejaring Akademik
Lalu juga menekankan pentingnya membangun jejaring serta mencari mentor yang dapat membantu mengembangkan kapasitas akademik dan penelitian. Ia mengungkapkan bahwa banyak ilmuwan yang ditemuinya memiliki pengalaman bekerja atau belajar di laboratorium ilmuwan terkemuka.
“Kalau kamu mau lebih dari orang lain, you have to find good mentor, you have to find mentor yang lebih pintar daripada dirimu,” ungkap Lalu ketika menceritakan salah satu pesan yang ia dapatkan dari peraih Nobel.
Pengalaman tersebut, menurutnya, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik melalui hubungan antarkampus maupun antarlaboratorium. Lalu juga menyampaikan bahwa teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu topik yang banyak dibahas dalam forum tersebut. Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu mempercepat berbagai proses, dengan tetap memperhatikan penggunaan yang bijak.
Dalam sesi diskusi, Kepala LPPM UAD, Anton Yudhana, turut mengapresiasi pengalaman yang dibagikan. Ia menyampaikan bahwa pengalaman berinteraksi dengan para ilmuwan dunia dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UAD untuk mengembangkan jejaring dan kolaborasi internasional.
Anton juga membuka peluang agar jejaring yang telah dibangun melalui Lindau Nobel Laureate Meetings dapat dikembangkan menjadi bentuk kolaborasi akademik lainnya, seperti menghadirkan ilmuwan internasional dalam konferensi atau kegiatan ilmiah di UAD.
Peluang Mengikuti Lindau Nobel Laureate Meetings 2027
Pada kesempatan tersebut, Lalu juga menyampaikan informasi mengenai peluang mengikuti Lindau Nobel Laureate Meetings 2027. Penyelenggaraan tahun 2027 akan memasuki penyelenggaraan ke-76 dan berfokus pada bidang Physiology and Medicine serta bidang-bidang yang relevan, termasuk biologi dan kimia.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kesempatan pada 2027 terbuka bagi mahasiswa dan dosen dengan persyaratan yang disesuaikan berdasarkan kategori peserta. Lalu menjelaskan bahwa mahasiswa dari jenjang S1, S2, maupun S3 dapat memiliki kesempatan mengikuti program tersebut dengan memenuhi persyaratan akademik dan ketentuan lainnya.
Untuk mahasiswa, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain capaian akademik, pengalaman sebagai asisten, publikasi internasional apabila memungkinkan, serta kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris karena terdapat proses wawancara. Sementara bagi dosen, terdapat persyaratan tertentu terkait h-index, usia, dan masa setelah menyelesaikan pendidikan doktor.
Lalu mendorong sivitas akademika UAD yang memiliki bidang keilmuan relevan untuk mempersiapkan diri dan mencoba mengikuti proses seleksi. Bidang yang relevan tidak hanya kedokteran, tetapi juga dapat mencakup kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, farmasi, biologi, kimia, dan bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan tema kegiatan.
Menjadi Inspirasi bagi Sivitas Akademika UAD
Kegiatan Sharing Session kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta menggali pengalaman Lalu dalam mengikuti proses seleksi, membangun jejaring dengan ilmuwan internasional, peluang kolaborasi dengan para peraih Nobel, hingga berbagai strategi yang dapat dipersiapkan oleh dosen dan mahasiswa.
Kepala LPPM UAD, Anton Yudhana, juga menyampaikan harapan agar pengalaman tersebut dapat terus dibagikan kepada sivitas akademika UAD. Sementara itu, Dian Artha Kusumaningtyas mengapresiasi Lalu Muhammad Irham sebagai delegasi Indonesia dan mendorong sivitas akademika, khususnya dari bidang keilmuan yang relevan, untuk memanfaatkan peluang serupa.
Melalui kegiatan ini, UAD terus mendorong pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui berbagai peluang akademik internasional. Pengalaman Lalu Muhammad Irham dalam Lindau Nobel Laureate Meetings diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka wawasan baru bagi sivitas akademika UAD untuk memperkuat budaya riset, membangun jejaring, dan meningkatkan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.(Rangga)





