Pelatihan Keselamatan Kerja Berbasis Ergonomi, UAD Dorong Tenaga Kependidikan Lebih Sehat dan Produktif
Universitas Ahmad Dahlan melalui Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan Kerja Berbasis Ergonomi bagi tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja pegawai di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UAD dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dalam 4 batch (18, 20, 21, 22 Mei 2026) di Auditorium, Gedung Faried Ma’ruf Universitas Ahmad Dahlan. Total jumlah peserta 291 orang tenaga kependidikan dengan jenis administrasi, pranata komputer, pustakawan, pranata laboratorium pendidikan, pengelola keamanan, teknisi, pengelola parkir dan ekspedisi
Kepala BSDM UAD, Dr. Hendro Widodo menyampaikan bahwa pelatihan ergonomi ini memiliki segmentasi yang berbeda dengan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sebelumnya telah dilaksanakan. Menurutnya, pelatihan ergonomi lebih menitikberatkan pada keselamatan kerja yang berkaitan dengan aktivitas tubuh, otot, posisi duduk, hingga gerakan sehari-hari yang sering kali dianggap sepele namun dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa meskipun tenaga kependidikan tidak selalu bekerja dengan aktivitas fisik berat, pekerjaan yang mengandalkan pikiran, keterampilan, dan rutinitas kerja tetap memiliki risiko gangguan kesehatan apabila postur tubuh dan pola kerja tidak diperhatikan dengan baik. Keluhan terkait nyeri otot, gangguan saraf, hingga kelelahan tubuh menjadi salah satu alasan BSDM menghadirkan pelatihan tersebut.
“Kadang hal-hal kecil yang tidak kita sadari justru dapat mencederai tubuh dan memengaruhi produktivitas kerja. Karena itu, UAD berupaya melakukan langkah preventif agar seluruh tenaga kependidikan tetap sehat, selamat, dan kuat dalam bekerja,” ujarnya. Lebih lanjut, Hendro menambahkan bahwa pelatihan ini juga menjadi bentuk perhatian UAD terhadap keberlangsungan produktivitas kerja pegawai. Dengan kondisi fisik dan mental yang sehat, tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan layanan terbaik serta menjadi garda terdepan dalam mendukung kemajuan UAD. Selain memberikan pemahaman terkait posisi duduk yang benar dan gerakan kerja yang aman, pelatihan ini juga menghadirkan instruktur berpengalaman yang memberikan wawasan mengenai upaya preventif dan antisipatif terhadap gangguan kesehatan akibat aktivitas kerja sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Norma Sari menegaskan bahwa kesehatan fisik pegawai merupakan faktor penting yang memengaruhi produktivitas kerja. Menurutnya, banyak gangguan kesehatan muncul dari kebiasaan kecil yang sering diabaikan, seperti posisi duduk yang salah atau aktivitas berulang yang membebani tubuh. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya terkait gangguan kesehatan yang baru diketahui penyebabnya setelah menjalani pemeriksaan medis. Dari pengalaman tersebut, ia menilai penting bagi setiap individu untuk lebih memahami kondisi tubuh masing-masing dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
“Ilmu ergonomi ini membantu kita mendeteksi lebih awal apakah tubuh kita cukup fit dan aman dari risiko cedera. Kebiasaan kecil yang terlihat biasa saja ternyata bisa berdampak besar di masa depan,” ungkapnya. Melalui pelatihan ini, UAD berharap tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh, menerapkan prinsip ergonomi dalam aktivitas sehari-hari, serta mampu menciptakan budaya kerja yang sehat dan produktif baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Diakhir sesi, peserta diminta memberikan feedback dan evaluasi Pelatihan Keselamatan Kerja Berbasis Ergonomi melalui Google Form yang disediakan. Peserta menuliskan “Alhamdulillah mendapat ilmu yg sangat bermanfaat.” “pelatihan sangat menarik dan bermanfaat. Saat praktek perlu diperbanyak pendampingnya” “Alhamdulillah.. Tambah pengetahuan terkait penanganan akibat cidera otot dan mengantisipasi cidera otot” “Sanggat berkesan bagi kami karena bisa mendapat ilmu melakukan pekerjaan yang bisa mengakibatkan cidera dan diberikan solusi pertolonggannya” “Mendapatkan pengetahuan tentang penyebab2 cidera otot dan solusi penyembuhan ,dan pemateri menyenangkan jadi hidup suasana pelatihan” “Sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam keseharian bekerja sehingga dapat meringankan risiko cidera ringan akibat bekerja” “Acara membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian ttg postur tubuh yg baik, serta postur bekerja yg sesuai.” “Sangat menarik kita jadi tahu posisi yang tepat dalam menggerakkan tubuh terutama saat bekerja dan kita jadi tau tentang adanya terapis otot dan tulang rangka” “Terimakasih BSDM untuk pelatihan nya yang sangat bermanfaat. Untuk bapak dan ibu trimaksih sudah membersamai kami seharian. Memberikan ilmu yang bermanfaat. Sukses dan sehat selalu. Terimakasih.” “Pelatihan yang sangat bermanfaat, menambah pengetahuan kita tentang kesehatan tubuh dan posisi tubuh yg benar saat bekerja sehingga mengetahui ancaman cedera saat kerja. Terima kasih kepada narasumber atas ilmunya, dan terima kasih kepada BSDM yg telah mengadakan pelatihan ini” (Mum/BSDM)







