BSDM UAD Selenggarakan Sharing Session LPDP 2026, Dorong Dosen Raih Beasiswa Studi Lanjut
Yogyakarta – Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) menyelenggarakan Sharing Session Beasiswa LPDP 2026 sebagai upaya meningkatkan motivasi sekaligus membekali dosen yang akan melanjutkan studi doktor melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kegiatan yang dipandu oleh Mumtaza Tsaniya Salsabila, S.Psi. ini menghadirkan narasumber dari internal UAD yang telah berpengalaman mendampingi proses studi lanjut maupun berhasil meraih beasiswa LPDP.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Biro SDM UAD, Dr. Hendro Widodo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas semakin besarnya peluang dosen UAD untuk melanjutkan pendidikan doktor, terlebih setelah pengumuman seleksi administrasi beasiswa yang menunjukkan hasil positif bagi para pendaftar. Ia mengajak seluruh dosen untuk terus berikhtiar dan tidak ragu memanfaatkan berbagai kesempatan studi lanjut yang tersedia.
Menurut Hendro, peluang memperoleh beasiswa saat ini semakin terbuka, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri. Ia menekankan bahwa keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal menuju keberhasilan. Bahkan apabila belum berhasil pada kesempatan pertama, dosen diharapkan tetap konsisten mempersiapkan diri dan kembali mengikuti seleksi pada periode berikutnya. BSDM UAD, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan agar semakin banyak dosen UAD yang berhasil menempuh pendidikan doktor melalui berbagai skema beasiswa.
Memasuki sesi utama, Nur Akhmad Handrianto, S.Sos. Kepala Urusan Pendidikan dan Pelatihan BSDM UAD, menyampaikan materi mengenai teknis pengajuan Beasiswa LPDP Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa terdapat empat tahapan utama yang harus dipenuhi dosen sebelum melanjutkan studi, yakni memperoleh izin mendaftar studi lanjut, mengikuti proses pendaftaran beasiswa LPDP, mengajukan surat rekomendasi pimpinan universitas, serta mengurus izin atau tugas belajar setelah dinyatakan lolos memperoleh beasiswa.
Nur Akhmad juga memaparkan secara rinci mekanisme administrasi yang berlaku di UAD. Ia menjelaskan bahwa setiap dosen harus terlebih dahulu masuk dalam roadmap studi lanjut program studi sebelum memperoleh izin mendaftar. Selanjutnya, BSDM telah menyiapkan alur pelayanan, formulir, hingga contoh surat rekomendasi sehingga proses administrasi dapat dilakukan secara lebih mudah dan terarah.
Selain menjelaskan prosedur internal universitas, Nur Akhmad menguraikan berbagai informasi penting mengenai skema LPDP Tahun 2026, mulai dari jenis beasiswa, persyaratan pendaftaran, batas usia, komponen pembiayaan, hingga jadwal seleksi. Ia juga memperkenalkan buku panduan yang telah disusun BSDM UAD sebagai referensi bagi dosen dalam mempersiapkan seluruh dokumen administrasi. Melalui layanan tersebut, BSDM berharap seluruh proses pengajuan beasiswa dapat berjalan lebih efektif dan meminimalkan kesalahan administrasi para pendaftar.
Mengakhiri pemaparannya, Nur Akhmad memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melanjutkan studi doktor.
“Tidak semua orang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor. Jika kesempatan itu hadir di hadapan kita, jangan biarkan keraguan menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Mari berani bermimpi, berani berproses, dan berani mengambil kesempatan,” pesannya.
Sesi berikutnya menghadirkan Intan Puspitasari, S.Psi., M.A., penerima Beasiswa LPDP 2025 yang akan melanjutkan studi doktor di The University of Queensland, Australia. Dalam paparannya, Intan membagikan pengalaman nyata mengenai perjuangannya memperoleh LPDP setelah melalui beberapa kali percobaan.
Ia menegaskan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Menurutnya, banyak penerima LPDP yang baru berhasil setelah mencoba berkali-kali. Karena itu, dosen tidak perlu berkecil hati apabila belum berhasil pada kesempatan pertama.
Intan menceritakan bahwa dirinya pernah mengalami berbagai penolakan, mulai dari tidak mendapatkan respons dari calon supervisor, gagal memperoleh beberapa beasiswa internasional, hingga harus mengikuti tes IELTS sebanyak tiga kali sebelum memenuhi persyaratan. Berkat dukungan lingkungan kerja di UAD dan semangat untuk terus mencoba, akhirnya ia berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dan dinyatakan lolos sebagai penerima LPDP Tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Intan juga memberikan berbagai strategi praktis kepada peserta. Ia mengingatkan pentingnya memilih universitas dan program studi yang sesuai dengan roadmap keilmuan, aktif mencari calon supervisor sejak dini, mempersiapkan proposal penelitian secara matang, memperkuat esai komitmen kembali ke Indonesia, serta terus memperbarui seluruh dokumen sesuai ketentuan terbaru LPDP.
Ia juga membagikan pengalaman mencari supervisor dengan menghubungi hampir 20 akademisi di berbagai universitas luar negeri sebelum akhirnya memperoleh pembimbing yang sesuai dengan bidang risetnya. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsistensi merupakan faktor penting dalam memperoleh kesempatan studi di luar negeri.
Selain Intan, kegiatan ini juga menghadirkan apt. Lina Widyastuti, M.Sc., penerima Beasiswa LPDP Tahun 2025. Kehadiran Lina memberikan perspektif tambahan mengenai pengalaman memperoleh beasiswa dan menjalani proses persiapan studi lanjut. Bersama Intan, ia diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus memberikan gambaran nyata kepada dosen UAD mengenai proses seleksi LPDP, mulai dari persiapan administrasi hingga menghadapi tahapan seleksi substansi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait prosedur administrasi, dokumen pendukung, proses memperoleh Letter of Acceptance (LoA), hingga strategi menghadapi seleksi LPDP. Seluruh pertanyaan dijawab secara komprehensif oleh para narasumber sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses studi lanjut melalui skema LPDP.
Melalui penyelenggaraan Sharing Session LPDP 2026, BSDM UAD berharap semakin banyak dosen Universitas Ahmad Dahlan yang termotivasi melanjutkan pendidikan doktor, baik di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan yang sistematis, penyediaan layanan administrasi yang terintegrasi, serta berbagi pengalaman dari para penerima beasiswa yang telah berhasil menempuh proses seleksi LPDP.






