BSDM UAD Laksanakan Benchmarking Sistem Manajemen Kinerja ke Telkom University
Bandung – Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Telkom University guna mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan sistem manajemen kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan memperoleh referensi dalam pengembangan sistem penilaian kinerja yang lebih objektif, terukur, transparan, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UAD.
Dalam sesi diskusi, Telkom University memaparkan penerapan Tel-U Point (Telkom University Performance on Individual and Institutions) sebagai instrumen utama dalam mengukur kinerja pegawai. Penilaian dilakukan setiap semester dan menjadi dasar dalam pemberian remunerasi. Bagi dosen, sistem penilaian mengacu pada Beban Kinerja Dosen (BKD) yang dimodifikasi sesuai kebutuhan institusi, sedangkan bagi tenaga kependidikan penilaian didasarkan pada capaian target kinerja serta sikap kerja. Seluruh pegawai menyusun target kinerja tahunan yang kemudian dievaluasi secara berkala setiap triwulan.
Untuk tenaga kependidikan, komponen penilaian terdiri atas capaian target kinerja. Penilaian sikap dilakukan oleh atasan langsung maupun atasan tidak langsung sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif. Hasil penilaian tersebut secara langsung memengaruhi besaran remunerasi yang diterima pegawai setiap periode enam bulan.
Telkom University juga menerapkan mekanisme pembinaan dan penegakan disiplin yang terintegrasi dengan sistem manajemen kinerja. Pegawai yang memperoleh hasil kinerja rendah akan mendapatkan pembinaan secara bertahap, mulai dari pemanggilan, pemberian Surat Peringatan (SP), hingga tindakan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, sistem presensi terhubung dengan berbagai komponen kesejahteraan pegawai, seperti uang makan dan proses administrasi lembur yang seluruhnya dilakukan melalui sistem informasi terintegrasi.
Dalam pengelolaan beban kerja, Telkom University melakukan analisis berdasarkan uraian tugas (job description) yang telah distandardisasi. Setiap unit kerja memiliki kontrak manajemen sebagai acuan penyusunan target kinerja, sementara seluruh pekerjaan diidentifikasi dan diklasifikasikan agar memiliki satuan kerja yang seragam. Evaluasi hasil analisis beban kerja dilakukan secara berkala sebagai dasar penyesuaian kebutuhan organisasi dan pengembangan sistem kerja yang lebih efektif.
Melalui kegiatan benchmarking ini, BSDM UAD memperoleh berbagai wawasan mengenai implementasi sistem manajemen kinerja berbasis teknologi yang telah diterapkan di Telkom University. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem penilaian kinerja di Universitas Ahmad Dahlan sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas, akuntabilitas, serta budaya kerja yang berorientasi pada kinerja dan pelayanan prima.






